"Veskop" - Kedai Kopi Menambah Pertemanan
Veskop, sebuah kedai milik salah seorang teman saya yang bernama
Ya, orang-orang biasa memanggil pemilik kedai ini dengan sebutan Aldo. Sedangkan aku, aku yang mengenal dan berteman dengannya sudah sejak kami masih duduk di bangku TK memanggil dia dengan sebutan "Bejo" atau "Jo" begitupun sebaliknya ia memanggilku dengan sebutan itu.
Aldo, orang yang kini membuka kedai kopi itu dulunya temanku sejak bangku TK hingga saat ini.
Kami mengenyam pendidikan di TK dan SD yang sama, kemudian saat SMP aku bersekolah di SMPN 16 Bandar Lampung sedangkan dia di SMPN 18 Bandar Lampung. Walau begitu, kami pun kerap menghabiskan waktu bersama layaknya seorang sahabat.
Namun bukan itu yang ingin ku ceritakan.
Veskop atau "Vespa Kopi", sebuah nama yang unik untuk sebuah kedai kopi. Nama itu berasal dari kisah ia yang waktu pertama kali dulu berjualan kopi pada sebuah vespa, atau yang lebih tepatnya ia membuat sebuah gerobak yang dikaitkan ke motor Vespa tuanya itu. Sebuah konsep yang unik kupikir.
Dulu ia selalu menjajakan kopinya tersebut di sebuah jalan trotoar di daerah Pahoman, Bandar Lampung. Ia bertahan untuk berjualan di trotoar tersebut hampir selama 6 bulan. Setelah itu ia menyewa sebuah tempat di salah satu foodcourt di dekat situ juga.
Kini, ia membangun sebuah mini kedai di pelataran rumahnya, masuk kedalam sebuah jalan kecil memang, namun tempatnya cukup nyaman dan asik untuk tempat bercakap.






Komentar
Posting Komentar